Halaman

Tampilkan postingan dengan label Tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman. Tampilkan semua postingan

Budidaya Jeruk Nipis

Posted by Admin on Senin, 12 September 2011

I. PENDAHULUAN
Prospek agribisnis jeruk di Indonesia cukup bagus karena potensi lahan produksi yang luas. Melalui program peningkatan kualitas sumberdaya petani jeruk serta didukung dengan hasil inovasi teknologi pemupukan dan hormon alami, pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya yang semuanya didasarkan pada semangat ramah lingkungan akan meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi jeruk dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan. Budidaya Jeruk Nipis

II. SYARAT PERTUMBUHAN
Perlu 6-9 bulan basah (musim hujan), curah hujan 1000-2000 mm/th merata sepanjang tahun, perlu air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Temperatur optimal antara 25-30 °C dan kelembaban optimum sekitar 70-80%. Kecepatan angin lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Ketinggian optimum antara 1-1200 m dpl. Jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok, derajat keasaman tanah (pH tanah) adalah 5,5-6,5 . Air tanah optimal pada kedalaman 150-200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Cara generatif
Biji diambil dari buah dengan memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Tanah persemaian diolah sedalam 30-40 cm dan dibuat petakan berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram larutan POC NASA + 1-2 cc/lt air. Persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1) atau cukup dengan menggunakan tanah biasa disiram POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10-15 liter air.

3.1.2. Cara Vegetatif
Metode dengan cara penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (understam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Setelah penyambungan tunas pucuk atau penempelan mata tempel, segera disemprot menggunakan POC NASA (3-4 tutup/tangki ) + HORMONIK (1 tutup/tangki ).

3.1.2.1. Pengolahan Media Tanam
Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: (a) Keprok dan Siem jarak tanam 5 x 5 m; (b) Manis : jarak tanam 7 x 7 m; (c) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m; (d) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m; (e) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m; (f) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m.
Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 1-2 kg pupuk kandang dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan.
Pengembangbiakan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).

3.1.2.2. Teknik Penanaman
Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan: (a) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan; (b) Pengurangan akar; (c) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.
Setelah bibit ditanam, siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata dengan dosis ± 1 tutup POC NASA per liter air setiap pohon. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 (satu) botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap
1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi disiramkan setiap pohon.
Beri mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitar bibit. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

IV. PEMELIHARAAN TANAMAN
4.1. Penyulaman
Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.
4.2. Penyiangan
Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.
4.3. Pembubunan
Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.
4.4. Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.
4.5. Pemupukan Susulan

Umur
(tahun)

Dosis Pupuk Makro (gr/pohon)

Urea

TSP

KCl

1

80

170

170

2

160

325

250

3

250

500

325

4

325

170

425

5

400

210

500

6

500

250

600

7

600

300

700

8

700

325

780

9

780

390

850

10

850

425

900

>10


Sebaiknya dilakukan analisis tanah

Dosis POC NASA mulai awal tanam :

0-3


2-3 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 4-5 bulan sekali (sesekali bisa disemprot ke daun)

>3


3-4 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 3-4 bulan sekali (sesekali bisa disemprot ke daun)

Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dosis 1 botol untuk + 200 pohon. Cara lihat pada Teknik Penanaman (Point 3.1.2.2.)
4.6. Penggunaan Hormonik
Hormonik dapat diberikan terutama setelah tanaman berumur 2 tahun, atau diberikan sejak awal lebih bagus. Caranya melalui penyiraman atau penyemprotan bersama dengan POC NASA (3-5 tutup POC NASA ditambah 1 tutup Hormonik).
4.7.Pengairan dan Penyiraman
Penyiraman jangan berlebih. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Jika air kurang tersedia, tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa.
4.8. Penjarangan Buah
Pada saat pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan, bobot buah serta kualitas buah. Buah yang dibuang meliputi buah sakit, tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama dan sisakan hanya 2-3 buah.
V. Hama dan Penyakit
5.1. Hama
a. Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang.
b. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian diserang : tunas muda dan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR.
c. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian diserang : daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan dengan PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.
d. Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
Bagian diserang : tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan PESTONA atau Natural BVR.
e. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
Bagian diserang : buah. Gejala: lubang gerekan buah keluar getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi, disemprot PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu.
f. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan PESTONA
g. Thrips (Scirtotfrips citri.)
Bagian diserang : tangkai dan daun muda. Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan PESTONA atau Natural BVR.
h. Kutu dompolon (Planococcus citri.)
Bagian diserang : tangkai buah. Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan PESTONA. atau Natural BVR. Cegah datangnya semut sebagai vektor kutu.
i. Lalat buah (Dacus sp.)
Bagian diserang : buah yang hampir masak. Gejala: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan Perangkap lalat Buah.

5.2. Penyakit
a. CVPD
Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan Pestona atau Natural BVR untuk mengendalikan vektor.
b. Blendok
Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian diserang : batang atau cabang. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. Bekas potongan diolesi POC NASA + Hormonik + Natural GLIO. POC NASA dan Hormonik bukan berfungsi mengendalikan Blendok, namun dapat meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.
c. Embun tepung
Penyebab: jamur Oidium tingitanium. Bagian diserang : daun dan tangkai muda. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
d. Kudis
Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian diserang : daun, tangkai atau buah. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: pemangkasan teratur, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
e. Busuk buah
Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian diserang : buah. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis, gunakan Natural GLIO awal tanam
f. Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab: jamur Phyrophthora nicotianae. Bagian diserang : akar, pangkal batang serta daun di bagian ujung. Gejala: tunas tidak segar, tanaman kering. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. gunakan Natural GLIO pada awal tanam
g. Buah gugur prematur
Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yang diserang: buah dan bunga. Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam
h. Jamur upas
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian diserang : batang. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan diolesi fungisida yang mengandung tembaga atau belerang, kemudian potong cabang yang terinfeksi.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

VI. Panen
Buah jeruk dipanen saat masak optimal berumur + 28-36 minggu, tergantung jenis/varietasnya. Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.


More about → Budidaya Jeruk Nipis

Komposisi Media Kultur Jaringan

Posted by Admin on Minggu, 10 Juli 2011

Kultur Jaringan Media-Komposisi

MEDIA KOMPONEN
Salah satu faktor yang paling penting yang mengatur pertumbuhan dan morfogenesis dari kultur jaringan adalah komposisi media. Persyaratan dasar gizi sel tanaman kultur jaringan sangat mirip dengan tanaman pada umumnya.

Media Kultur jaringan umumnya terdiri dari beberapa komponen berikut diantaranya: macronutrients, mikronutrien, vitamin, asam amino atau suplemen nitrogen lainnya, gula (s), suplemen organik lainnya terdefinisi. Beberapa formula media biasanya digunakan untuk sebagian besar dari semua sel dalam kultur jaringan. Formulasi media ini termasuk yang dijelaskan oleh White, Murashige dan Skoog, gamborg et. al., Schenk dan Hilderbrandt, Nitsch dan Nitsch, dan Lloyd dan McCown. Murashige dan Skoog's medium MS, Schenk dan Hildebrand's menengah SH, dan gamborg's B-5 menengah semua tinggi di macronutrients, sedangkan media lainnya formulasi mengandung lebih sedikit dari macronutrients.

Macronutrients
macronutrients menyediakan enam besar elemen-nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan sulfur (S)-yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tanaman atau jaringan. Konsentrasi optimum masing-masing gizi untuk mencapai tingkat pertumbuhan maksimum bervariasi antar spesies.

Media kultur jaringan harus mengandung setidaknya 25-60 mM nitrogen anorganik untuk pertumbuhan sel tumbuhan yang memadai. Sel tanaman dapat tumbuh pada nitrat saja, tapi hasil jauh lebih baik diperoleh jika mengandung ammonium nitrat dan sumber nitrogen. jenis tertentu memerlukan amonium atau sumber lain nitrogen dikurangi untuk pertumbuhan sel terjadi. Nitrat biasanya disertakan dalam kisaran 25-20 mM; konsentrasi amonium tipikal berkisar antara 2 dan 20 mM. Namun, konsentrasi amonium lebih dari 8 mM dapat merugikan bagi pertumbuhan sel spesies tertentu. Sel dapat tumbuh pada medium yang mengandung ammonium sebagai sumber nitrogen tunggal jika satu atau lebih asam siklus TCA (misalnya, sitrat, suksinat, atau malat) juga termasuk dalam medium pada konsentrasi sekitar 10 mM. Ketika ammonium nitrat dan sumber nitrogen yang digunakan bersama-sama di dalam media kultur, ion ammonium akan digunakan bersama-sama di dalam media kultur, ion ammonium akan dimanfaatkan dengan lebih cepat dan sebelum ion nitrat.

Kalium diperlukan untuk pertumbuhan sel dari jenis tumbuhan yang paling. Kebanyakan media mengandung K, dalam bentuk nitrat atau klorida, pada konsentrasi 2-30 mM. Optimum konsentrasi P, Mg, S, dan kisaran 1-3 mM Ca ketika semua persyaratan lainnya untuk pertumbuhan sel puas. konsentrasi yang lebih tinggi gizi ini mungkin diperlukan jika kekurangan dalam nutrisi lain ada.

Mikronutrien
The mikronutrien penting untuk sel tumbuhan dan pertumbuhan jaringan termasuk besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), boron (B), tembaga (Cu), dan molibdenum (Mo). Chelated bentuk besi dan seng yang umum digunakan dalam mempersiapkan media kultur. Besi mungkin yang paling penting dari semua mikro. Besi sitrat dan tartrat dapat digunakan dalam media kultur, tetapi senyawa ini sulit untuk membubarkan dan sering presipitat setelah media disiapkan. Murashige dan Skoog digunakan etilen asam diaminetetraacetic (EDTA)-chelate besi untuk memotong masalah ini.
Kobalt (Co) dan yodium (I) juga dapat ditambahkan ke media tertentu, namun persyaratan ketat pertumbuhan sel untuk elemen ini belum ditetapkan. Natrium (Na) dan klorin (Cl) juga digunakan di beberapa media, namun tidak penting untuk pertumbuhan sel. Cobalt tembaga dan biasanya ditambahkan ke media kultur pada konsentrasi 0,1 µM, Fe dan Mo pada 1 µM, aku di 5 µM, Zn pada 50-30 µM, pada 20-90 µM Mn, dan B di 25-100 µM.

Karbon dan Sumber Energi
Karbohidrat pilihan dalam media kultur sel tanaman adalah sukrosa. Glukosa dan fruktosa bisa diganti dalam beberapa kasus, glukosa yang sama efektifnya dengan sukrosa dan fruktosa yang agak kurang efektif. karbohidrat lain yang telah diuji termasuk laktosa, galaktosa, rafinose, maltosa, dan pati. konsentrasi sukrosa media budaya biasanya berkisar antara 2 dan 3 persen. Penggunaan fruktosa diautoklaf dapat merugikan pertumbuhan sel.
Karbohidrat harus diberikan ke dalam media kultur karena beberapa baris sel tumbuhan telah diisolasi yang sepenuhnya autotropic, misalnya, mampu memasok kebutuhan mereka sendiri karbohidrat oleh asimilasi CO2 selama fotosintesis.

Vitamin
Normal tanaman mensintesis vitamin yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pembangunan. Vitamin diperlukan oleh tanaman sebagai katalis dalam proses metabolisme. Ketika sel-sel dan jaringan tanaman tumbuh in vitro, beberapa vitamin dapat menjadi faktor pembatas untuk pertumbuhan sel. Vitamin yang paling sering digunakan di sel dan media kultur jaringan meliputi thiamin (B1), nicotinic acid, pyridoxine (B6), dan myo-inositol. Tiamin adalah vitamin yang pada dasarnya dibutuhkan oleh semua sel untuk pertumbuhan. Thiamin biasanya digunakan pada konsentrasi berkisar 0,1-10,0 mg / liter. Nicotinic acid dan pyridoxine sering ditambahkan ke media kultur tetapi tidak penting bagi pertumbuhan sel dalam banyak spesies. Asam nikotinat biasanya digunakan pada konsentrasi 0,1-5,0 mg / liter; pyridoxine digunakan di 0,1-10,0 mg / liter.

Myo-inositol umumnya termasuk dalam solusi stok banyak vitamin. Meskipun adalah karbohidrat tidak vitamin, itu telah ditunjukkan untuk merangsang pertumbuhan sel dalam budaya tertentu. Keberadaannya dalam medium tidak penting, tetapi dalam jumlah kecil-myo inositol merangsang pertumbuhan sel di sebagian besar spesies. Myo-inositol umumnya digunakan dalam sel tumbuhan dan media kultur jaringan pada konsentrasi 5-50 mg / liter.

vitamin lain seperti biotin, asam folat, asam askorbat, asam pantotenat, vitamin E (tokoferol), riboflavin, dan asam p-aminobenzoic telah dimasukkan dalam beberapa media kultur sel. Persyaratan untuk vitamin ini dengan kultur jaringan tanaman umumnya diabaikan, dan mereka tidak dianggap membatasi pertumbuhan-faktor. Vitamin ini biasanya ditambahkan ke medium kultur hanya ketika ada konsentrasi thiamin adalah di bawah tingkat yang diinginkan atau bila diinginkan untuk tumbuh sel pada kepadatan populasi yang sangat rendah.

Asam amino atau Nitrogen Lain Suplemen
Meskipun sel dikultur biasanya mampu mensintesis semua asam amino yang dibutuhkan, penambahan asam amino tertentu atau campuran asam amino dapat digunakan untuk lebih merangsang pertumbuhan sel. Penggunaan asam amino sangat penting untuk membangun kultur sel dan kultur protoplas. asam amino menyediakan sel-sel tumbuhan dengan segera tersedia sumber nitrogen, yang secara umum dapat diambil oleh sel-sel lebih cepat dari nitrogen anorganik.

Sumber-sumber yang paling umum nitrogen organik digunakan dalam media kultur adalah campuran asam amino (misalnya, hidrolisat kasein), L-glutamin, L-Asparagina, dan adenin. Kasein hidrolisat umumnya digunakan pada konsentrasi antara 0,05 dan 0,1 persen. Ketika asam amino ditambahkan sendiri, harus berhati-hati, karena mereka dapat menghambat pertumbuhan sel. Contoh asam amino termasuk dalam media kultur untuk meningkatkan pertumbuhan sel glisin sebesar 2 mg / liter, glutamin hingga 8 mM, Asparagina pada 100 mg / liter, L-arginin dan sistein pada 10 mg / liter, dan L-tirosin pada 100 mg / liter. Tirosin telah digunakan untuk merangsang morfogenesis dalam budaya sel tetapi hanya harus digunakan dalam media agar. Suplementasi dari medium dengan adenin sulfat dapat merangsang pertumbuhan sel dan sangat meningkatkan pembentukan tunas.

Undefined Suplemen Organik
Penambahan berbagai ekstrak organik untuk media kultur sering menghasilkan respon jaringan yang menguntungkan. Suplemen yang telah diuji mencakup hydrolysates protein, santan ekstrak ragi, ekstrak malt, pisang tanah, jus jeruk, dan jus tomat. Namun, suplemen organik tidak terdefinisi seharusnya hanya digunakan sebagai upaya terakhir, dan hanya santan dan hydrolysates protein digunakan sampai batas tertentu hari ini. Protein (kasein) hydrolysates umumnya ditambahkan ke dalam media kultur pada konsentrasi 0,05-0,1%, sedangkan air kelapa umumnya digunakan pada 5-20% (v / v).

Penambahan arang aktif (AC) untuk media kultur dapat memiliki efek menguntungkan. Pengaruh AC umumnya dikaitkan dengan salah satu dari tiga faktor: penyerapan senyawa hambat, penyerapan zat pengatur tumbuh dari medium, atau penggelapan medium. Penghambatan pertumbuhan di hadapan AC umumnya dikaitkan dengan penyerapan phytohormones ke AC. 1-Napthaleneacetic asam (AAN), kinetin, 6-benzilamino (BA), indole-3-asam asetat (IAA), dan 6-?-?-dimethylallylaminopurine (2ip) semua mengikat untuk AC, dengan dua pengatur tumbuh yang terakhir mengikat cukup cepat. Stimulasi pertumbuhan sel oleh AC umumnya dikaitkan dengan kemampuannya untuk mengikat senyawa fenolik beracun yang dihasilkan selama budaya. Diaktifkan arang umumnya asam-dicuci sebelum Selain medium pada konsentrasi 0,5-3,0 persen.

Agar merupakan agen gelling paling sering digunakan untuk menyiapkan media kultur jaringan tanaman semisolid dan solid. Agar memiliki beberapa keunggulan dibandingkan agen gelling lainnya. Pertama, ketika agar dicampur dengan air, membentuk gel yang meleleh pada sekitar 60 ° -100 ° C dan didinginkan pada sekitar 45 ° C, dengan demikian, agar gel yang stabil pada suhu inkubasi semua layak. Selain itu, gel agar tidak bereaksi dengan konstituen media dan tidak dicerna oleh enzim tanaman. Ketegasan dari gel agar dikendalikan oleh konsentrasi dan merek agar-agar digunakan dalam medium kultur dan pH medium. Konsentrasi agar yang umum digunakan dalam media kultur sel tanaman berkisar antara 0,5 dan 1,0%; ini konsentrasi memberikan gel yang kuat pada pH khas dari media kultur sel tanaman.

Gelling agen lain sering digunakan untuk komersial serta tujuan penelitian adalah Gelrite. Produk ini adalah sintetik dan harus digunakan pada 1,25-2,5 g / liter, menghasilkan gel yang jelas yang membantu dalam mendeteksi kontaminasi.
Alternatif metode ini termasuk dukungan penggunaan plastik berlubang, jembatan filter kertas, sumbu kertas filter, busa poliuretan, dan wol polyester. Apakah eksplan tumbuh terbaik agar atau agen pendukung lainnya bervariasi dari satu jenis tanaman ke yang berikutnya.

Pertumbuhan Regulator
Empat kelas yang luas dari pengatur tumbuh yang penting dalam kultur jaringan tumbuhan; yang auxins, sitokinin, giberelin, dan asam absisat. Skoog dan Miller adalah yang pertama kali melaporkan bahwa ransum auksin sitokinin ditentukan jenis dan tingkat organogenesis pada kultur jaringan tanaman. Keduanya merupakan auksin dan sitokinin biasanya ditambahkan ke dalam media kultur untuk mendapatkan morfogenesis, meskipun rasio hormon yang diperlukan untuk induksi tunas akar dan tidak universal sama. variabilitas yang cukup ada di antara genera, spesies, dan bahkan kultivar dalam jenis dan jumlah auksin dan sitokinin yang diperlukan untuk induksi morfogenesis.
More about → Komposisi Media Kultur Jaringan

Cara Sterilisasi Eksplan

Posted by Admin

Sterilisasi eksplan

sterilisasi eksplan anggrek khususnya harus dilakukan di dalam laminar air flow. Sebelumnya eksplan harus dicuci dahulu menggunakan detergen dan dibuang bagian yang tidak diperlukannya. Sterilisasi dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu bahan, seperti alkohol. bahan pemutih pakaian, dan HgCl2. Lamanya proses sterilisasi dan konsentrasi bahan tergantung pada jenis atau bagian tanaman yang digunakan. Prinsip dasar sterilisasi eksplan adalah mensterilkan eksplan dari berbagai mikroorfanisme, tetapi eksplannya tidak ikut mati. Setiap tanaman memerlukan perlakuan khusus sehingga sebelum mengkulturkan tanaman baru perlu melakukan percobaan sterilisasi.

Konsentrasi bahan dan waktu yang diperlukan untuk sterilisasi eksplan adalah sebagai berikut :

Sterilisasi Ringan
Eksplan direndam dalam cairan pemutih pakaian 20% (clorox) selama 10 menit, lalu dibilas dengan air steril. Setelah itu, eksplan direndam dalam cairan steril selama 10 menit, lalu dibilas dangan air steril. Terakhir, eksplan direndam dalam cairan pemutih pakaian 10% selama 10 menit, lalu dibilas dengan air steril tiga kali.

Sterilisasi sedang
Eksplan direndam dalam HgCl2 0,1 - 0,5 mg/lt selama 7 menit, lalu dibilas dengan air steril. Setelah itu, eksplan direndam dalam cairan pemutih pakaian 10% selama 10 menit, lalu dibilas dengan air steril. Terakhir, eksplan direndam dalam cairan pemutih pakaian 10% selama 10 menit, lalu dibilas dengan air steril tiga kali.


Sterilisasi keras
Eksplan direndam dalam HgCl2 0,1 - 0,5 mg/lt selama 10 menit, lalu dibilas dengan air steril. Setelah itu, eksplan direndam dalam alkohol 90% selama 15 menit, lalu bilas dengan air steril.
Terakhir, eksplan direndam dalam cairan [emutih pakaian 20% selama 10 menit, lalu dibilas dengan air steril tiga kali pencucian.

More about → Cara Sterilisasi Eksplan

Tips Membuat Bonsai Adenium

Posted by Admin

Bonsai adenium dengan tampilan akar menarik, tajuk bagus, dan bunga lebat merupakan karya seni yang indah. Sososknya harus memberikan makna dan mengesankan kebanggaan. Kesan itu terbentuk karena kesatuan antara tanaman (akar, batang dan tajuk) serta pot sehingga enak untuk di pandang.

Untuk mendapatkan bakalan bonsai adenium yang bersosok bagus, bukan perkara yang mudah. Serangkaian proses harus dijalani, mulai dari penyediaan pot, media yang tepat, persiapan peralatan, pemilihan bakal, sampai dengan penanaman. faktor-faktor tersebut akan menentukan keberhasilan dalam memperoleh bakalan yang berkualitas. Oleh karena itu, faktor tersebut harus dipersiapkan dengan benar.
More about → Tips Membuat Bonsai Adenium

Sekilas Info Pestisida Organik

Posted by Admin

Anda beranggapan bahwa produk hasil budidaya secara organik memiliki penampilan yang kurang menarik??, atau terdapat lubang bekas gigitan serangga, warnanya yang kurang menarik dan tampak tidak segar??, Anggapan yang seperti diatas tidaklah benar, Secara fisik penampilan produk organik tidak berbeda dengan produk yang non organik. Kualitas produk organik lebih baik bila dibandningkan dengan produk non organik karena tidak mengandung zat beracun dari pestisida kimia. Produk organik selalu menggunakan pestisida organik sebagai pengganti pestisida kimia serta menggunakan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia.


Dalam kesempatan yang akan datang mukin akan saya berikan sedikit tips bagaimana cara membuat Pestisida Organik, Terimakasih atas kunjungan anda pada artikel Sekilas Info Pestisida Organik.

Artikel ini diambil dari buku Petunjuk Praktis Membuat Pestisida Organik Karya Meidiantie Soenandar, Muanis Nur Aeni dan Ari Raharjo.


More about → Sekilas Info Pestisida Organik

Cara Menyenangkan Budidaya Tanaman Tomat

Posted by Admin on Jumat, 24 Juni 2011


Selamat datang kembali di elfad blogspot, kali ini anda mencari bagaimana cara budidaya tanaman tomat secara menyenangkan.
Tomat merupakan buah yang memiliki komposisi zat yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh kita, di dalamnnya mengandung vitamin A dan Vitamin C sehingga tanaman tomat dapat digunakan untuk mengobati sariawan.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya sudah saya sediakan dibawah ini dengan format PDF, anda tinggal klik downloada saja dan save pada komputer anda.

Download Budidaya Tanaman Tomat PDF
http://kultur-jaringan.co.cc/?attachment_id=189
More about → Cara Menyenangkan Budidaya Tanaman Tomat

Tips Bertanam Anggrek

Posted by Admin

Bagi anda pecinta tanaman hias khususnya anggrek, kali ini saya akan memberian sedikit tips mengenai cara bertanam anggrek, berikut ini tipsnya :

1. memilih lokasi, suhu dan kelembaban, memngapa hal ini perlu diperhatikan sebelum anda memutuskan untuk bertanam anggrek??, ya karena kita harus mengetahui habitat dari pada anggrek tersebut, anggrek akan tumbuh dengan baik yaitu di dataran tinggi yang memiliki suhu udara berkisar antara 15-35 derajat Celcius dan kelembabannya berkisar antara 65-70 persen.

2. Cahaya matahari
mengapa hal ini perlu di perhatikan??, anggrek akan tumbuh dengan baik pada tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari. jika berlebihan mendapatkan sinar matahari biasanya daun anggrek akan menguning seperti terbakar dan apabila kekurangan sinar matahari anggrek ini akan tumbuh kurus, maka dari itu cahaya matahari sangat perlu diperhatikan.

3. Penyiraman
penyiraman sebaiknya menggunakan sprayer, lakukan penyiraman jika kondisi media sudah terlihat kering, tapi perlu di ingat, penyiraman anggrek yang terlalu sering dapat mengakibatkan busuk pada daun, maka biasakan menyiram anggrek yang besar satu hari dua kali penyiraman dan untuk anggrek yang berukuran kecil 1 kali sehari.

4. Pemupukan
lakukanlah pemupukan secara rutin karena hal ini akan membuat anggrek anda rajin berbunga. Pilihlah pupuk cair atau pupuk daun, unsur makro NPK harus di sesuaikan dengan usia anggrek, lakukan pemupukan seminggu sekali dengan dosis setengah sendok teh upuk daun untuk satu liter air

5. Media Tanam
seperti yang pernah saya bahas sebelumnya mengenai tumbuh optimal dengan media pilihan pada postingan saya yang terdahulu, silahkan anda baca lagi mengenai media pada blog ini.
More about → Tips Bertanam Anggrek

Bertanam Sayuran Organik

Posted by Admin


Bagi anda para pecinta sayuran organik, atau bagi anda yang mencari informasi mengenai sayuran organik, pada kesempatan ini akan saya berikan sedikit informasi mengenai hal yang perlu diperhatikan pada saat memutuskan untuk memilih atau berbudidaya sayuran organik.

Pada umumnya semua tanaman dapat diusahakan secara organik karena pada mulanya tanaman tumbuh secara alami, tanapa tambahan pemupukan, hanya saja ada tanaman yang peka terhadap hama dan penyakit sehingga perlu pemeliharaan yang intensif. Selain itu, jika tanaman yang akan di budidayankan secara organik, perlu di perhatikan pemilihan jenis tanaman yang harus di pertimbangkan menurut pasar.



More about → Bertanam Sayuran Organik

Bahan Yang Baik Untuk Tanaman Bonsai

Posted by Admin

Dengan alasan banyaknya kerjaan, blog saya yang satu ini agak kurang terawat, saya tidak dapat memberikan artikel yang mungkin anda btuhkan, tapi saat ini ada sedikit waktu untuk saya memberikan sedikit info mengenai bahan yang cocok untuk tanaman bonsai, mari langsung saja menuju bahasan.

Bahan yang baik untuk tanaman bonsai adalah terutama tanaman yang berbatang kayu, daunnya kecil-kecil, mempunyai penampilan seperti pohon yang sudah tua dan juga menarik tentunya. Bahan yang dipergunakan sebainya yang mudah didapat di indonesia karena lebih mampu untuk dapat bertahan hidup dengan iklim indonesia.
Bahan bahan untuk tanaman bonsai ini dibagi menjadi dua bagian yaitu:

1. Jenis cemara
2. jenis tanaman yang mengalami masa gugur.

Jenis cemara merupakan jenis tanaman yang tidak mengenal masa gugur, daunnya selalu hijau sepanjang tahun, jenis dari tanaman ini sangat banyak sekali macamnya seperti cemara pinus, cemara papua,cemara angin dan lain lain.
Jenis tanaman yang mengalami masa gugur daun daunnya mengalami rontok dan tak pernah hijau sepanjang tahun seperti tanaman jenis cemara, tanaman jenis ini mengalami masa istirahat tetapi seteelah beberapa lama timbul lagi semi-semi baru. contoh tanaman ini adalah pohon asam, petai, sengon, jambu batu, azalea, kingkit dan banyak yang lainnya.
More about → Bahan Yang Baik Untuk Tanaman Bonsai

Spesies Anggrek Hitam

Posted by Admin

Anggrek hitam merupakan spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan, dan anggrek hitam ini merupakan maskot flora dari provinsi Kalimantan Timur. Habitat asli anngre hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena makin sedikitnya lahan hutan di kalimantan.

mengapa anggrek ini disebut anggrek hitam?? ya, anggrek ini memmiiki lidah atau labellum yang berwarna hitam dengan garis-garis berwarna hijau berbulu. Bunga anggrek hitam ini cukup harum dan bunganya mekar pada bulan maret hingga bulan juni.
More about → Spesies Anggrek Hitam

Budidaya Tanaman Jagung

Posted by Admin

Setelah beberapa hari sibuk dengan kegiatan kantor, akhirnya pada saat ini saya bisa menulis beberapa artikel yang mungkin bermanfaat bagi teman-teman. Baik, rasanya tidak usah panjang lebar basa-basinya, mari kita langsung saja pada bahasan kali ini yaitu tentang budidaya tanaman jangung.

Sebagaimana kita ketahui bahwa jagung merupakan komoditi tanaman terpenting setelah tanaman padi, tanaman jagung sangat banyak manfaatnya bagi manusia khususnya, hampir seluruh bagian dari tanaman ini bisa di manfaatkan.

Silahkan anda download saja penjelasan lebih lengkapnya mengenai budidaya tanaman jagung ini dengan format PDF yang sudah saya sediakan dibawah ini.

Download Budidaya Tanaman jagung PDF
http://kultur-jaringan.co.cc/?attachment_id=187
More about → Budidaya Tanaman Jagung